Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Menuju Polaris

Pandanganku mengarah pada luasnya atap dunia, menjulang tinggi tanpa tiang. Tampak olehku makhluk-makhluk bersayap menari bermandikan sinar mentari menghias cakrawala. Ingin rasanya aku seperti burung. Bebas pergi kemanapun ia mau. Dari hutan ke hutan, savana ke savana, benua ke benua... Hanya bermodalkan kedua sayapnya dan keberaniannya mengarungi samudera. Masih ku menatap atap dunia.   Mentari begitu gagah dan baik hatinya memberi sinar pada seisi bumi ini. Tak mengharap balas jasa, karna itu murni perintah Tuhan nya.

Diary yang Lama Tak Tersentuh

Dear Diary, tulisan ini ku tujukan utk mu meski ku tak mengukirnya di tubuhmu. Semenjak datangnya media ini dan media lain ke duniaku, semenjak itu pula kian berganti waktu aku melupakanmu. Entah tak lagi mampu terhitung jari berapa kurun waktu kau tak ku sentuh?

Menyentuh Imajinasiku

 Ingin rasanya bebas, lepas menerawang angkasa luar...  Betapa berhamburan keajaiban penciptaan..  Menyusuri pelosok dunia...  Demi mencari makna... Untuk apakah hidupku sebenarnya?...

Keteraturan yang Membelenggu

Kayaknya hampir semua org menginginkan keteraturan dlm hidupnya. Weee...tapi ga selamanya teratur itu bagus (katanya). Whaa....habis baca2 dikit dapet kata2 yg ngegubrak! ^^ Dari SD kita udah diajarin ngegambar, paling pwool utk anak cwe' gambar pemandangan gunung beserta perangkatnya. :D Nyampe SMA bahkan PT pun mgkin tetep istiqomah (ceilee..) dg gambar gunung yg begitu2 aje alias ga kreatif (waah..ngefek gue bgt!)

Galau

Ada apa gerangan yang terjadi di sana? Di kolong langit ku tapaki, Hamparan permadani alam luas terbentang. Antara rasa menerima atau menyesali sesak dalam benak. Ada apakah gerangan wahai makhluk Tuhan?

Autumn In Memory

Pagi yg cerah di Taiwan. Mentari yg tampak tak malu lagi menunjukkan senyumnya. Dedaunan rontok berserakan di sepanjang jalan, mewarnai dengan pesona indah. Pagi itu Qiu, seperti biasanya ia membantu ibunya untuk membuka kedai yg menjadi satu-satunya tumpuan hidup mereka. Qiu mengayunkan pedal sepedanya menyusuri jalan menuju sebuah sekolah seni yg hampir 2 tahun telah ia jalani.

Today Is,,,

Hari ini lumayan ruwet. Yaa, easy going aja. Kata orang sih, luaskan hati supaya bisa nampung input, kritikan dan saran dari orang lain. Hmm,,, santae aja lah, no body is perfect. Banyakin belajar sama senior. Aku juga bingung, kok semakin hari semangat kompetisiku mulai terkikis. Mungkin apakah karena faktor lingkungan? Hmm, aku pengen bebas, bebas dalam arti yang sesuatu. Aku akan baik-baik saja selama impianku masih hidup mengganggu benakku. Apapun yang orang katakan, takkan merubah apapun terhadap diriku kecuali jika aku membiarkan kata-kata itu merasuk dan menginfeksi jiwaku. Yeah, it's ok! menghitung detik demi detik untuk beranjak ke tempat lainnya lagi menyambung aktivitas di hari ini. Ganbatte kudasai! hehe..kata orang Jepang sih gitu! Kita mesti fokus dan serius dalam setiap hal positif yang kita jalankan agar berhasil!!! Fighting fighting fighting!

Pesona Yang Memudar

A.     Pendahuluan   Kalimantan selatan khususnya kota Banjarmasin dikenal   dengan julukan kota seribu sungai. Kota ini dibelah oleh sungai-sungai yang membentang sepanjang daerah kota. Sungguh suatu pemandangan yang unik. Berbagai objek wisata sungai, pasar terapung dan pulau kaget misalnya, merupakan aset yang sangat berharga bagi daerah. Keunikan potensi wisata ini sangat sulit ditemukan di daerah lain dan sangat eksotik. Namun, keindahan dan potensi yang luar biasa ini dewasa ini kian hari kian memudar seiring berkembangnya pertumbuhan penduduk dan usia kota. Pada kesempatan ini yang akan dibahas hanya sebatas masalah sungai yang berada di kota Banjarmasin dan akan dibahas lebih rinci pada bahasan selanjutnya.