Langsung ke konten utama

Gelap

Gelap...
Meski gelap,
dan bermandikan hujan,
di malam ini syahdu bernyanyi.
Hanya sekerdip pelita,
asalkan hati selalu ada yang menerangi.

Perihal apakah ini?
Jika rasa memang tak dapat dilogika,
kenapa harus dituntut memiliki alasan?
Bukankah itu paksaan?

Rasa...
Sesuatu yang merasuk dalam jiwa,
hingga akal tak mampu menjabarkannya.
Jika hati telah mati rasa,
masihkah hidup yan bernama nurani?
Lantas apa yang menjadi pembeda?

Itulah dikau...
dengan segala keindahan dan rahasia yang dicipta.
Apapun itu,
ada sesuatu dibalik tabir yang tak tersentuh logika...
Hanya bersamanya..
Iya, bersamanya..

-di sudut kerdip cahaya lilin-
Yk, 20/10/14

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kita yang Takkan Pernah Pupus Seperti Pohon Pinus

Makna kebersamaan yang tak pernah pupus, kokoh berdiri tegak dan lurus layaknya pohon pinus :) Wow! Pohon pinus. Aduuh gimana nih kalo tiba-tiba melankolis terus kesannya malah romantis? -_- hehe.. Tapi juga nggak begitu amat. Oke itu cukup jadi intro :p Ini merupakan perjalanan kita selepas dari Bumi Langit. Ini lah hutan pinus yang terletak di perbatasan Dlinggo, Bantul-Imogiri. Asri, sejuk dan aroma pinus ini menyusuri serambi dan bilik hati (kayak darah di jantung aja!). hehehe...

Istilah Media di Sekitar Kita

     ~ MEDIA DARLING Seorang tokoh yang berpotensi menjadi pemimpin di negeri ini adakalanya mendapatkan perhatian lebih dari media. Pemberitaan yang positif tentang dirinya dengan intensitas yang di atas rata-rata menghiasi media cetak maupun elektronik memunculkan istilah media darling. Hampir semua media didominasi dengan berita-berita positif tentang dirinya dan hal demikian dapat membesarkan nama seseorang di mata publik.             Media darling seringkali diartikan sebagai kesayangan media yang saat ini benar-benar terjadi dalam dunia perpolitikan di negeri ini. Misalnya saja seperti fenomena Jokowi yang dapat dikatakan sebagai kekasih media (media darling). Selain menghiasi media cetak dan elektronik, berita yang bermuatan citra positif tentang dirinya tersebut juga masih didukung oleh pembicaraan di media sosial.

Watu Lawang, Poktunggal, 'Wani Perih' Bersama...

  Pantai Watu Lawang Pagi yang mendung dan penuh harapan ini beranjak menuju suatu yang telah lama diagendakan. Berselang berjam-jam dengan hambatan ini dan itu, tepatnya ketika matahari berada di atas kepala, satu per satu pantai-pantai di Gunung Kidul terlihat hingga akhirnya berhenti pada pantai ini. Pantai Watu Lawang, baru ini mendengar namanya. Meskipun dari nama mungkin kurang tenar, tetapi pantai ini tak kalah cantik dan asyiknya lagi serasa memiliki pantai pribadi. haha.. Seperti yang telah disebutkan tadi, salah satu hambatan yang menjadi pemanis perjalan kami, sepeda motor Yudhi ternyata bermasalah dan beruntung saat itu menemukan bengkel di kawasan jalan yang meliuk seperti ular yang mengitar, pemandangan karst di sana sini dan tentunya kawasan yang tak padat penduduk.