Langsung ke konten utama

(A)ku

Suatu yang tak tampak jika tak ada yang menyinari. Bagaimana jika aku terperangkap di dalam aku? Aku yang bukanlah aku yang sebenarnya, apakah sebenarnya arti aku itu? Apakah karena seringnya meng-aku-kan diri tanpa menyadari siapa dan apa aku itu sebenarnya?



Mungkin hal kecil yang menyentuh kepekaan itu, sebagai pengingat bahwa tahap menjadi yang benar-benar aku itu perlu kesungguhan. Tak mudah memang untuk mencabut sesuatu yang telah mengakar mencengkram dalam. Fase demi fase yan terlewat, banyak hal yang semestinya menjadikan refleksi arah menuju apa yang sebenarnya. Kedewasaan itu semestinya tak lagi perlu dipertanyakan. Tapi pertanyaan itu mungkin saja salah satu bentuk ujian sejauh dan semampu apakah. Dan lagi-lagi berkata entahlah sembari mengangkat bahu dan menurunkannya pelan.



Sesuatu yang dianggap diam, tak mengerti tentang gejolaknya. Yaa hanya anggapan belum tentu kebenarannya. Bahaya laten. Yaa mungkin laten. Siapapun tak mengerti akan laten sebelum akhirnya kejutan demi kejutan ditimbulkannya. Apapun itu, mungkin apa yang diungkapkan terasa aneh, memang seperti adanya keanehan itu, keabstrakan itu, salah satu bentuk rasa, dan itu pun indah bagiku.

March 28, 2014 at 10:32pm



Adakah tempat untuk benar-benar menjadi aku itu? Bukan aku yang berpura-pura meng-aku bahwa itu karena aku. Padahal aku sendiri belum tentu mengerti siapa sebenarnya aku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah Media di Sekitar Kita

     ~ MEDIA DARLING Seorang tokoh yang berpotensi menjadi pemimpin di negeri ini adakalanya mendapatkan perhatian lebih dari media. Pemberitaan yang positif tentang dirinya dengan intensitas yang di atas rata-rata menghiasi media cetak maupun elektronik memunculkan istilah media darling. Hampir semua media didominasi dengan berita-berita positif tentang dirinya dan hal demikian dapat membesarkan nama seseorang di mata publik.             Media darling seringkali diartikan sebagai kesayangan media yang saat ini benar-benar terjadi dalam dunia perpolitikan di negeri ini. Misalnya saja seperti fenomena Jokowi yang dapat dikatakan sebagai kekasih media (media darling). Selain menghiasi media cetak dan elektronik, berita yang bermuatan citra positif tentang dirinya tersebut juga masih didukung oleh pembicaraan di media sosial.

Penyakit Zona Nyaman

Seringkali kita dihadapkan dengan berbagai pilihan dan terkadang sangat membingungkan. Setiap pilihan memang mengandung konsekuensi dan bisa saja melahirkan masalah. Kadang jika terlalu memikirkan hal tersebut dapat membuat seseorang menjadi takut untuk mengambil pilihan. Seperti kata orang bijak, "kita takkan pernah tahu jika tak berani mencoba." Terkadang kenyamanan itu dapat menyesatkan. Terlena dengan rasa nyaman hingga lupa untuk menikmati tantangan di luar zonanya. Sulit untuk maju merupakan penyakit hasil dari gejala-gejala yang timbul sebab ketakutan dan mental yang lemah. Setidaknya berani untuk berbuat sesuatu yang baru, dalam tanda kutip hal yang positif. Memang dalam menjalaninya kita perlu waktu penyesuaian yang kadang tak mudah. Namun jika kita telah berhasil menjalani dan mendapat hasilnya, kita akan merasakan suatu sensasi yang luar biasa dan semakin mengerti ternyata setiap kita dianugerahi potensi yang kadang tak disadari oleh diri kita sendiri. So, be...

Random. . .

Bintang terang di utara.. Kedua kaki serasa melangkah padanya. Polaris.. Seperti halnya lentera jiwa. Di tengah pelukan malam.. Berselimut gemerlap bintang, sesekali melayang bak daun di musim gugur. Syahdu gulita seakan tak rindu hangat mentari. Mengapa yang nampak terang adakalanya hilang sinarnya ? Di mana sebenarnya sinar itu ? Nurani yang murni... bersabarlah akan takdirmu. Tuhan pasti tahu kau menunggu. Kabarkan saja pada hembusan angin malam.. perihal random yang mengisi relung-relung jiwa. Terbangkan pada-Nya... Hingga diturunkan jawaban.. akan segala kepastian.