Langsung ke konten utama

Bukan Horor Tapi Petualangan

Siapa sih yang nggak suka nonton film?
Setiap orang pasti punya hobi nonton genre film kesukaannya. Ada yang suka drama romantis semacam drama-drama Korea. Ada juga yang suka sci-fi, animasi, petualangan atau bahkan horor.

Ngomongin soal genre film nih, sebenarnya aku sendiri nggak terlalu suka dan kurang menikmati film bergenre action, sci-fi semacamnya lah. Soalnya seringkali dibuat tegang sampe pernah kagetan sewaktu di bioskop, terus diketawain temen yang duduk di sebelah. Maklum lah ya seringnya nonton drama Korea yang romantis-melankolis abis. Hahahahaa..

Kalo soal film horor, sebenarnya sih aku juga nggak terlalu takut, yaaa rasanya nggak realistis aja sih. Wkwkwwk
Cuman yang seringkali aku takuti itu kalo lagi nonton film genre petualangan yang ekstrem banget apalagi kalo ada scene samudera luas, kapal tenggelam, badai, hiu paus huwaaa.. nutup mata deh. Rasanya ngeri aja kalo membayangin bawah laut dalam ada ikan-ikan ganas, nggak bisa renang..omaigaaad :o

Misalnya kayak film Life of Pi nih. Keren banget sih visual effect dan alur ceritanya, tapi yang bikin nggak tahan itu bagian saat dia bisa survive bertahan hidup di tengah samudera pasifik bersama seekor harimau selepas tenggelamnya kapal yang ditumpangi bersama keluarganya. It's so incredible but so hard to believe it! :D

Yaa..segitu dulu deh sedikit celotehan soal genre film. Kali aja ada yang mau kasih referensi nih... yuuk! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah Media di Sekitar Kita

     ~ MEDIA DARLING Seorang tokoh yang berpotensi menjadi pemimpin di negeri ini adakalanya mendapatkan perhatian lebih dari media. Pemberitaan yang positif tentang dirinya dengan intensitas yang di atas rata-rata menghiasi media cetak maupun elektronik memunculkan istilah media darling. Hampir semua media didominasi dengan berita-berita positif tentang dirinya dan hal demikian dapat membesarkan nama seseorang di mata publik.             Media darling seringkali diartikan sebagai kesayangan media yang saat ini benar-benar terjadi dalam dunia perpolitikan di negeri ini. Misalnya saja seperti fenomena Jokowi yang dapat dikatakan sebagai kekasih media (media darling). Selain menghiasi media cetak dan elektronik, berita yang bermuatan citra positif tentang dirinya tersebut juga masih didukung oleh pembicaraan di media sosial.

Penyakit Zona Nyaman

Seringkali kita dihadapkan dengan berbagai pilihan dan terkadang sangat membingungkan. Setiap pilihan memang mengandung konsekuensi dan bisa saja melahirkan masalah. Kadang jika terlalu memikirkan hal tersebut dapat membuat seseorang menjadi takut untuk mengambil pilihan. Seperti kata orang bijak, "kita takkan pernah tahu jika tak berani mencoba." Terkadang kenyamanan itu dapat menyesatkan. Terlena dengan rasa nyaman hingga lupa untuk menikmati tantangan di luar zonanya. Sulit untuk maju merupakan penyakit hasil dari gejala-gejala yang timbul sebab ketakutan dan mental yang lemah. Setidaknya berani untuk berbuat sesuatu yang baru, dalam tanda kutip hal yang positif. Memang dalam menjalaninya kita perlu waktu penyesuaian yang kadang tak mudah. Namun jika kita telah berhasil menjalani dan mendapat hasilnya, kita akan merasakan suatu sensasi yang luar biasa dan semakin mengerti ternyata setiap kita dianugerahi potensi yang kadang tak disadari oleh diri kita sendiri. So, be...

Hingga Terang Menyinggahi

Bismillaah... sebagai pembuka yang terbaik.. Ada hal yang semestinya aku perlihatkan, dan ada hal yang sepatutnya disembunyikan. Bukannya orang akan lebih terpana ketika tidak mengetahui sisi yang elok di balik kesederhanaannya? Menjadilah itu... Aku beragama, tetapi aku juga rasanya tak perlu menunjukkan bahwa....ya seperti itulah. Ada keyakinan yang tersimpan dalam. Ada kesungguhan yang terpatri dalam hati. Aku tak mengapa andai seluruh penduduk dunia memandangku dengan sudut matanya saja. Aku begini adanya. Aku dilahirkan, bukan dengan tanpa sengaja.. Semua itu karena perencanaan yang luar biasa. Aku masih seperti..memang tak ada yang sempurna di dunia ini. Yang sempurna itu hanya cintaNya kepada semua yang dicipta. Namun tatkala ku ingin kembalikan rasa itu, malu rasanya... aku bukan apa-apa dan masih belum menjadi siapa-siapa. Engkau sangat berarti bagiku tetapi aku mungkin hanya senoktah di mataMu.