Langsung ke konten utama

Secret

Yup! Dari judulnya aja udah nampak introvertnya! ahaha.. #ngarang. Sekilas sebenarnya di awal aku nggak minat sama nih film. Tapi satu hal yang bikin aku kepincut untuk benar-benar nonton saat aku liat 'battle piano'. Woow,, kece beud tau!

Aku pikir ini film pertama yang bikin akau bener-bener menyadari akan kemelankolisan diri beserta seluruh isinya (halaah apaan sih!). Ini film yang cerdas banget menurutku. Plotnya bener-bener nggak ketebak. Malah ada yang ngirain ini film horor,, gilee ajee....film yang seromantis #ehem kek gini ko'. :)


Okelaaa,, cerita nih.
Tersebutlah Xiao Lun seorang murid baru di kelas 2 ato 3 SMU ya? (aneh) yang saat itu skulnya itu khusus jurusan seni. Dia tu milih kelas piano. Singkat cerita dia berteman dengan Sky seorang gadis cantik baik hati pula dan terlihat memendam rasa pada Xiao Lun. Namun sayang Xiao Lun nggak paham akan segala sinyal itu,, ceileee....

Keren sumpah! Dia itu anggap aja deh masternya pianis musik klasik. Apa nggak gila, seniornya yang paling master dia tantang demi sebuah sertifikat entah itu apah! Coba deh tonton tuh battle-nya, kalo nggak kesengsem,, wahaa,,, kebangetan deh! :p

Mmmh,,, sebenarnya sie itu bukan alasan utamaku sangat mencintai film ini. Itu di atas cuma bumbu-bumbunya.

Xiao Lun itu pas banget sama karakter asli Jay Chou ( Sang aktor merangkap sutradara plus komposer plus gila aja! ). Talentanya yang rangkap-rangkap itu yang bikin nggak nahan. Apalagi aku yakin 101 % #eh dia itu cowok melankolis tulen. Nggak percaya?

Sebenarnaya bukan Sky yang jadi tokoh pendamping di sini. Sky itu cuman orang ketiga yang secara nggak sengaja bikin kisruh relationship orang yang baru aja mo keungkep ( masak ayam, bu? ) rasa-rasaannya. hahaha..

Entar deh yaa,, lanjut ke part 2 aja. Kepanjangan malah nggak efektif juga :) ... see you <3






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Random. . .

Bintang terang di utara.. Kedua kaki serasa melangkah padanya. Polaris.. Seperti halnya lentera jiwa. Di tengah pelukan malam.. Berselimut gemerlap bintang, sesekali melayang bak daun di musim gugur. Syahdu gulita seakan tak rindu hangat mentari. Mengapa yang nampak terang adakalanya hilang sinarnya ? Di mana sebenarnya sinar itu ? Nurani yang murni... bersabarlah akan takdirmu. Tuhan pasti tahu kau menunggu. Kabarkan saja pada hembusan angin malam.. perihal random yang mengisi relung-relung jiwa. Terbangkan pada-Nya... Hingga diturunkan jawaban.. akan segala kepastian.

#LiveDrive with Kunto Aji

Sore-sore hujan lagi enaknya ke mana ya? Hmm... pas banget nih tadi ada yang ngajakin ke Dixie di jalan Gejayan. Aku pikir tadi ngajakin makan eh ternyata nonton Kunto Aji live. Kalo diajak ya siapa yang nggak mau sih ? :p Nggak perlu nunggu lama, akhirnya cus ke TKP sama rekan tapi kami memang memilih nggak bareng naik mobil sama kakak-kakak dari Swaragama, soalnya takut nanti kalo mau pulang duluan ada keperluan lain. Setelah sampai dan mau naik ke lantai 2, ada seorang petugas yang menanyai kami untuk mengkonfirmasi invitation. Agak kebingungan sih, tapi akhirnya datanglah kakak dari Swaragama yang ngajak kami tadi. Akhirnya kami bisa nonton Kunto Aji secara ekslusif nih, free lagi. hihiii.. Baru sampe lantai 2 disambut dengan lagunya Kunto Aji "Akhir Bulan", Liriknya itu lhooo....problem mahasiswa kost-kost an banget deh :(  Kunto Aji Live at Dixie Asik juga nih bisa nikmatin coffe break ditemani lantunan lagu-lagu catchy si Penyanyi berambut keriting...

Istilah Media di Sekitar Kita

     ~ MEDIA DARLING Seorang tokoh yang berpotensi menjadi pemimpin di negeri ini adakalanya mendapatkan perhatian lebih dari media. Pemberitaan yang positif tentang dirinya dengan intensitas yang di atas rata-rata menghiasi media cetak maupun elektronik memunculkan istilah media darling. Hampir semua media didominasi dengan berita-berita positif tentang dirinya dan hal demikian dapat membesarkan nama seseorang di mata publik.             Media darling seringkali diartikan sebagai kesayangan media yang saat ini benar-benar terjadi dalam dunia perpolitikan di negeri ini. Misalnya saja seperti fenomena Jokowi yang dapat dikatakan sebagai kekasih media (media darling). Selain menghiasi media cetak dan elektronik, berita yang bermuatan citra positif tentang dirinya tersebut juga masih didukung oleh pembicaraan di media sosial.