Langsung ke konten utama

Meraihmu

Terbayang akan. . .
Mimpi..
bermimpi untuk menjadi baik. Refleksi itu, seperti berpulang ke masa yang telah dilewati dan menjadi seperti apakah saat ini.



Aku...
dengan apa yang ada dalam diriku.. begitulah aku.
Entah apa yang masih menghalangiku untuk meraihmu.
Meskipun kata rindu sukar untuk terucap oleh lisanku,
namun hatiku takkan mampu memutarbalikkan apa yang sebenarnya.

Aku berpikir...
Berlian meski di tempat manapun tetaplah berlian.
Kerdip,, mungkin hanya sekerdip cahaya.
Dan begitukah rasanya ketika tak lagi memandang apa yang telah dan tengah dianugerahkan.

Aku...
meskipun begitu...
Aku...
masih belum menemukan sesuatu yang sebenarnya sangat ku rindui perjumpaannya.
Sesuatu yang mengajarkanku seperti apa hidup yang sebenarnya..
dan bermimpi tentang banyak hal.



Memandang suatu yang . . .
Tak banyak yang tau perihal isi hati yang sebenarnya.
Tersimpan dalam, hanya saja pada suatu ketika dapat terungkap.

Di balik tebing itu...
Aku bermimpi suatu saat berada pada ruang yang tergambar jelas dalam imajinasiku.
Dan aku ingin bersamamu.
Meski waktu entah kapan dapat  diterka,
maka inilah saksi bahwa aku tengah bermimpi dan terwujudkan!

(Lokasi : Jembatan Gantung Selopamioro, Imogiri, Bantul Yogykarta)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah Media di Sekitar Kita

     ~ MEDIA DARLING Seorang tokoh yang berpotensi menjadi pemimpin di negeri ini adakalanya mendapatkan perhatian lebih dari media. Pemberitaan yang positif tentang dirinya dengan intensitas yang di atas rata-rata menghiasi media cetak maupun elektronik memunculkan istilah media darling. Hampir semua media didominasi dengan berita-berita positif tentang dirinya dan hal demikian dapat membesarkan nama seseorang di mata publik.             Media darling seringkali diartikan sebagai kesayangan media yang saat ini benar-benar terjadi dalam dunia perpolitikan di negeri ini. Misalnya saja seperti fenomena Jokowi yang dapat dikatakan sebagai kekasih media (media darling). Selain menghiasi media cetak dan elektronik, berita yang bermuatan citra positif tentang dirinya tersebut juga masih didukung oleh pembicaraan di media sosial.

Penyakit Zona Nyaman

Seringkali kita dihadapkan dengan berbagai pilihan dan terkadang sangat membingungkan. Setiap pilihan memang mengandung konsekuensi dan bisa saja melahirkan masalah. Kadang jika terlalu memikirkan hal tersebut dapat membuat seseorang menjadi takut untuk mengambil pilihan. Seperti kata orang bijak, "kita takkan pernah tahu jika tak berani mencoba." Terkadang kenyamanan itu dapat menyesatkan. Terlena dengan rasa nyaman hingga lupa untuk menikmati tantangan di luar zonanya. Sulit untuk maju merupakan penyakit hasil dari gejala-gejala yang timbul sebab ketakutan dan mental yang lemah. Setidaknya berani untuk berbuat sesuatu yang baru, dalam tanda kutip hal yang positif. Memang dalam menjalaninya kita perlu waktu penyesuaian yang kadang tak mudah. Namun jika kita telah berhasil menjalani dan mendapat hasilnya, kita akan merasakan suatu sensasi yang luar biasa dan semakin mengerti ternyata setiap kita dianugerahi potensi yang kadang tak disadari oleh diri kita sendiri. So, be...

Random. . .

Bintang terang di utara.. Kedua kaki serasa melangkah padanya. Polaris.. Seperti halnya lentera jiwa. Di tengah pelukan malam.. Berselimut gemerlap bintang, sesekali melayang bak daun di musim gugur. Syahdu gulita seakan tak rindu hangat mentari. Mengapa yang nampak terang adakalanya hilang sinarnya ? Di mana sebenarnya sinar itu ? Nurani yang murni... bersabarlah akan takdirmu. Tuhan pasti tahu kau menunggu. Kabarkan saja pada hembusan angin malam.. perihal random yang mengisi relung-relung jiwa. Terbangkan pada-Nya... Hingga diturunkan jawaban.. akan segala kepastian.